Riwayat Telekomunikasi dalam Proklamasi Republik Indonesia (Part 2)

31 03 2010

Postingan kali ini merupakan sambungan post saya sebelumnya di sini mengenai kisah perkembangan dunia telekomunikasi di Indonesia yang menyertai kisah perjuangan proklamasi Indonesia. Berikut sambungan kisahnya. Semoga bermanfaat.

Setelah menyiapkan berbagai gerakan-gerakan bawah tanah, pemancar gelap pun dipersiapkan oleh para pegiat telekomunikasi Indonesia. Secara hati-hati mereka memonitor situasi perang dari berita-berita dan dokumen-dokumen Jepang. Pihak Jepang bukannya tidak memperhitungkan kemungkinan terjadinya bahaya yang mengancamnya dari masyarakat Indonesia setelah di mana-mana terjadi kelaparan tetapi tidak sempat bereaksi karena pasukan Jepang makin terpukul di berbagai medan pertempuran. Tiba-tiba saja orang-orang Jepang memerintahkan membuat tanggul pengaman di sekeliling gedung Kantor Pusat PTT. Kios telepon umum di Kantor Pusat PTT diubah menjadi tempat mikrofon yang dihubungkan dengan pengeras suara guna mengumumkan segala macam perintah kepada para pegawai. Pidato propaganda sewaktu-waktu disiarkan melalui pengeras suara itu. Read the rest of this entry »





Peranan Vital Radio Komunitas

31 03 2010

Radio adalah media elektronik yang termasuk jenis media massa yang berfungsi infomasional dan persuasif (mengajak/ membujuk).  Secara umum, tujuan radio biasanya dirumuskan sebagai berikut: Memberi informasi, Mendidik, dan Menghibur. Radio di dalam program pembangunan (pengembangan masyarakat) digunakan untuk berbagai cara, tetapi biasanya memiliki kesamaan kepedulian yaitu: membantu masyarakat mengontrol kehidupan mereka sendiri, memahami permasalahan di dalam realitas kehidupannya, dan kemudian memperbaikinya.

Mengapa disebut radio komunitas? Secara sederhana, radio komunitas dapat diartikan sebagai radio dari, oleh, dan untuk komunitas radio ini menjadikan komunitas sebagai basis operasi. Umumnya dikelola secara swadaya oleh orang-orang dari komunitas yang bersangkutan, beroperasi dengan frekuensi dan radius siaran terbatas pada komunitas yang bersangkutan, serta bermateri acara-acara yang berasal dari komunitas dan untuk kepentingan komunitas. Read the rest of this entry »





Riwayat Telekomunikasi dalam Proklamasi Republik Indonesia (Part 1)

31 03 2010

Dunia telekomunikasi saat ini telah mencapai masa yang gemilang. Perkembangan dan inovasi terus mengalir dari hari ke hari. Seolah kini masyarakat Indonesia dan dunia tidak dapat terlepas dari berbagai perangkat pelayan telekomunikasi. Namun demikian ternyata peranan penting telekomunikasi telah dimulai jauh sebelum era digital saat ini. Jejak langkah  sejarah telekomunikasi di Indonesia bermula sejak saluran telegrap pertama dibuka pada tanggal 23 Oktober 1855 oleh Pemerintah Hindia Belanda, yaitu merupakan telegrap elektro magnit yang menghubungkan Batavia (Jakarta) dan Buitenzorg (Bogor). Dua tahun kemudian dibuka saluran Jakarta-Surabaya dengan cabang Semarang-Ambarawa. Sejak itu jasa telegrap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Dua tahun kemudian panjang saluran telegrap berkembang terus sehingga mencapai 2.700 kilometer, dilayani oleh 28 kantor telegrap. Di sepanjang rel kereta api didirikan tiang-tiang telegrap. Sementara itu kabel laut telah terpasang antara Jakarta dan Singapura, selanjutya dari Jawa (Banyuwangi) ke Australia (Darwin).

Hubungan telepon lokal digunakan pertama kali pada tanggal 16 Oktober 1882 dan diselenggarakan oleh perusahaan swasta. Jaringan telepon tersebut membentang antara Gambir dan Tanjung Priok di Batavia, disusul dua tahun kemudian hubungan telepon di Semarang dan Surabaya. Perusahaan swasta itu mendapat izin konsesi selama dua puluh lima tahun. Tampaknya pengusahaan alat komunikasi hasil penemuan Alexander Graham Bell pada tahun 1876 itu cepat berkembang sehingga dalam tahun 1905 jumlah perusahaan telepon di Hindia Belanda menjadi 38. Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.