Postingan kali ini merupakan sambungan post saya sebelumnya di sini mengenai kisah perkembangan dunia telekomunikasi di Indonesia yang menyertai kisah perjuangan proklamasi Indonesia. Berikut sambungan kisahnya. Semoga bermanfaat.
Setelah menyiapkan berbagai gerakan-gerakan bawah tanah, pemancar gelap pun dipersiapkan oleh para pegiat telekomunikasi Indonesia. Secara hati-hati mereka memonitor situasi perang dari berita-berita dan dokumen-dokumen Jepang. Pihak Jepang bukannya tidak memperhitungkan kemungkinan terjadinya bahaya yang mengancamnya dari masyarakat Indonesia setelah di mana-mana terjadi kelaparan tetapi tidak sempat bereaksi karena pasukan Jepang makin terpukul di berbagai medan pertempuran. Tiba-tiba saja orang-orang Jepang memerintahkan membuat tanggul pengaman di sekeliling gedung Kantor Pusat PTT. Kios telepon umum di Kantor Pusat PTT diubah menjadi tempat mikrofon yang dihubungkan dengan pengeras suara guna mengumumkan segala macam perintah kepada para pegawai. Pidato propaganda sewaktu-waktu disiarkan melalui pengeras suara itu. Read the rest of this entry »
