Hari Selasa, 18 Mei 2010, siang, saya dan rekan-rekan sedang berjalan dari Studio Siaran Radio Kampus ITB menuju Jalan Gelap Nyawang, untuk makan siang. Kami berjalan melewati Gerbang Ganesha ITB. Dari kejauhan kami melihat ada mobil ambulance, pemadam kebakaran serta truk-truk polisi bersiaga di sekitar gerbang. Kami pun bertanya-tanya ada apa gerangan di Gerbang Ganesha ITB. Sedikit menambah tempo berjalan, kami bergegas menuju depan gerbang. Di jalan saya bertemu seorang teman petugas parkir, saya bertanya ada apa di depan, bapak itu menjawab, “Iya tuh, ada demo, tentang bola katanya.”. Spontan saya dan teman-teman bingung, kok ada demo tentang sepakbola di depan gerbang ITB??
Setiba di gerbang depan saya melihat tidak kurang dari 100 orang pengunjukrasa dari kelompok Masyarakat Papua Anti Rasialis yang membawa berbagai macam tulisan. Saya penasaran ada apa sebenarnya ini. Setelah mencari-cari informasi ternyata diketahui bahwa seorang mahasiswa S1 ITB, Dzulfikri Imadul Bilad (Zul) telah melakukan tindakan yang dianggap sebagai penghinaan rasis setelah menonton pertandingan Persib Bandung Vs Persipura Jayapura.
Berikut ini saya ingin meluruskan informasi yang baru saja dirilis oleh teman-teman dari Keluarga Mahasiswa ITB mengenai kronologis peristiwa tersebut.
Tanggal 2 Mei 2010
Bermula dari Pertandingan Persib vs Persipura pada hari Minggu (2 Mei 2010). Setelah selesai menonton pertandingan bersama teman-teman sepermainan di rumahnya, Dzulfikri Imadul Bilad (Zul) menulis status di situs jaringan sosial Facebook pukul 21.00 yang mengandung diskriminasi ras. Satu jam kemudian (pukul 22.00) sudah banyak komentar di Facebook yang mengingatkan Zul untuk menghapus status tersebut. Tapi berhubung penulisan status menggunakan fasilitas internet di telepon seluler, Zul tidak dapat menghapus statusnya pada saat itu juga .
Read the rest of this entry »
-6.882439
107.610034