Berkarya di Balik Studio – part 1 (Announcer)

27 02 2010

Sebagai mahasiswa, kebutuhan akan informasi tentunya sedemikian besarnya. Berbagai informasi mulai dari akademik, musik, olahraga, gaya hidup, gadget, dan lain sebagainya. Selain itu, menjadi mahasiswa membuat tiap-tiap individu mulai bertransformasi untuk bisa menghasilkan suatu karya yang berguna. Kebutuhan-kebutuhan serta perasaan inilah yang mendukung menjamurnya organisasi kemahasiswaan yang bergerak di bidang informasi. Majalah kampus, koran kampus,  bahkan hingga media elektronik seperti televisi kampus dan radio kampus.

Mahasiswa secara umum merupakan individu-individu yang memiliki ide-ide liar di otaknya. Terkadang dari ide-ide liar tersebut muncul ide-ide brilian yang inovatif. Media elektronik kampus dapat menjadi salah satu media penjembatan segala potensi mahasiswa. Di balik studio siaran mereka dapat mengekspresikan berbagai potensi yang mereka miliki.

Sepintas tampaknya mudah untuk menjadi elemen di balik studio siaran. Tinggal cuap-cuap, dan semuanya beres. Namun, sesungguhnya tidaklah sesederhana demikian. Sosok yang sering dikenal penikmat radio mungkin terbatas hanya penyiar, namun sesungguhnya di balik studio siaran radio kampus tersebut masih terdapat elemen-elemen lain seperti Music-Director, Produser, Script-Writer, Teknis. Bahkan masih ada elemen lain yang sangat penting dalam keberlangsungan radio kampus seperti reporter. Ibarat tubuh, sinergisasi antar elemen inilah yang dapat memajukan dan mengoptimalkan suatu radio komunitas dengan fungsi-fungsi dasarnya.

How to be an Announcer

Menjadi seorang penyiar, atau yang akrab disebut sebagai Announcer, merupakan media untuk menyalurkan minat dan bakat para mahasiswa yang seneng ngomong. Namun ternyata menjadi seorang penyiar tidaklah semudah itu, tidak sekadar bercuap-cuap di depan microphone. Banyak kemampuan-kemampuan yang perlu dikuasai untuk dapat menjadi seorang penyiar.

Dari pengalaman, untuk menjadi seorang penyiar ada 3 hal paling penting yang harus diingat :
1. The way you talk
2. What you talking about
3. Mixing Skill (sesuai dengan karakteristik masing-masing radio)

Pertama, The Way You Talk
Hal ini terkait dengan metode-metode yang dilakukan terkait bagaimana kita berbicara sebagai seorang penyiar. Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh tiap individu untuk menjadi penyiar. Aspek-aspek seperti artikulasi, intonasi, aksentuasi, speed serta volume.
Artikulasi adalah kemampuan untuk berbicara dengan lafal yang jelas.
Intonasi adalah kemampuan untuk berbicara dengan pengaturan tinggi-rendah nada yang tepat sesuai dengan kebutuhan penyiar.
Aksentuasi adalah kemampuan untuk berbicara dengan penekanan pada kalimat atau kata yang tepat, sesuai dengan kebutuhan siaran.
Speed adalah kemampuan untuk mengontrol cepat atau lambat tempo atau beat bicara sesuai kebutuhan materi siaran.
Volume adalah kemampuan untuk berbicara dengan menerapkan keras-lemah volume suara dengan tepat.

Berikutnya, What Are You Talking About
Untuk dapat menjadi seorang penyiar yang menjalankan fungsinya sebagai “corong” informasi bagi para pendengar, terutama untuk radio kampus yang segmentasi pendengarnya adalah mahasiswa setempat, wawasan yang luas tentunya sangat dituntut untuk dimiliki oleh tiap-tiap penyiar.
Bagaimana caranya?? Pertama-tama mulailah dengan memetakan dan menelusuri apa sih isi kepala kita. Misalnya : apa film terakhir terakhir kamu tonton, berita apa yang terakhir kamu baca, gimana cara optimasi penggunaan internet selain buat bikin tugas, facebook, sejauh mana pengetahuan kamu tentang musik, dan lain sebagainya.
Semakin banyak isi kepala kita, semakin kita kita bisa berkreasi dengan isi siaran kita. So, kalau masih banyak yang kita lum tau, ayo segera upgrade isi kepala kita.

Terakhir, Mixing Skill
Masing-masing radio, baik itu radio komersial ataupun radio komunitas tentunya memiliki warna serta karakteristik pembawaan yang unik satu dari yang lainnya. Sebagai seorang penyiar sangat penting untuk memahami apa yang menjadi karakteristik radio tempat kita berkarya. Kombinasi yang tepat antara musik, konten siaran, cara penyampaian materi siaran sangat terkait dengan karakteristik radio masing-masing. So, masih kurang mengenal karakteristik radio tempat kita siaran, cari tau segera supaya fungsi radio bisa dioptimasi sebagai media informasi.

Menjadi seorang penyiar radio kampus ternyata bukanlah hal yang mudah. Namun demikian bukanlah juga hal yang merepotkan untuk dipelajari. Sebagai mahasiswa, motivasi untuk menjadi seseorang yang dapat berguna bagi lingkungan di sekitarnya tentu dapat memberikan motivasi yang tinggi. Pada tulisan berikutnya saya akan membahas mengenai profesi-profesi lain yang ada di balik karya mahasiswa di balik studio siaran radio.

So, mari Berkarya Di Balik Studio.

part 2

== Penulis merupakan seorang pegiat Radio Kampus ITB 107,7 FM Bandung, sekaligus pegiat Forum Radio Kampus Bandung yang mewadahi radio kampus se-Bandung Raya ==


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: