Digital Audio Broadcasting (DAB)

6 04 2010

Digital Audio Broadcasting (DAB) merupakan sebuah teknologi radio digital untuk stasiun-stasiun radio broadcasting. Hingga tahun 2006, telah ada sekitar 1000 stasiun radio di seluruh dunia yang mengimplementasikan teknologi DAB.

Membicarakan mengenai teknologi DAB tentunya tidak terlepas dengan teknologi pendahulunya yaitu transmisi radio AM/FM. Bila dikomparasikan maka dapat dilihat perbedaan antara DAB dan teknologi AM/FM terutama dalam hal berikut :

– Penggunaan spektrum frekuensi

Teknologi DAB memberikan efisiensi spektral yang lebih tinggi dibandingkan teknologi broadcast analog. Hal ini dapat terukur dari kapasitas program siaran per MHz serta per situs transmitter. Kondisi ini tentunya membuat peningkatan kuantitas stasiun radio yang dapat dinikmati oleh para pendengar.

Perhitungannya kurang lebih sebagai berikut :

FM membutuhkan 0,2 MHz per program. Dengan asumsi demikian, berarti secara total tersedia 102 kanal FM dengan bandwidth 0,2 MHz pada spektrum Band II yaitu 87,5 hingga 108,0 MHz. Diperoleh faktor frecuency reuse mendekati 100, yang berarti hanya terdapat 1 di luar 100 transmitter dapat menggunakan kanal frekuensi sama tanpa terkena dampak interferensi co-channel, cross-talk.

Sementara DAB dengan kecepatan codec mencapai 192 kbit/s memerlukan 1,536 MHz * 192 kbit/s / 1136 kbit/s = 0,26 MHz per audio program. Faktor frequency reuse diperoleh sekitar 4, sehingga menghasilkan 1 / 4 / (0,26 MHz) = 0,96 program / transmitter / MHz. Ini berarti 4,3 kali lebih efisien.

Namun yang perlu diperhatikan bahwa peningkatan kapasitas dengan perhitungan di atas mungkin tidak sepenuhnya dapat dipenuhi pada frekuensi band-L.

– Kualitas suara

Tujuan dari konversi ke transmisi digital adalah untuk memperoleh level fidelitas yang lebih tinggi, lebih banyak stasiun radio serta lebih tahan terhadap noise, interferensi co-channel dan multipath dibandingkan dengan radio FM analog.

DAB memiliki skema system transmisi sebagai berikut :

Gambar 1. Diagram Fungsional Transmitter DAB

Secara detail, blok diagram transmitter DAB dapat dilihat pada gambar 7 di sub bagian berikutnya.

Dalam operasionalnya, terdapat beberapa mode transmisi yang dapat dipenuhi oleh DAB, yaitu :

TABEL 1

MODE TRANSMISI DAB

MODE DURASI SIMBOL APLIKASI UTAMA
I 1246 µs DAB Terrestrial, wilayah dengan luas yang besat, VHF (Band III)
II 312 µs DAB Terrestrial, wilayah dengan luas kecil, UHF (L-Band)
III 156 µs DAB Sattelite, no long-echoes, UHF (L-Band)
IV 623 µs Untuk aplikasi di Kanada, antara mode I dan mode II

Secara teknik, system transmisi DAB dapat dipergunakan dalam rentang frekuensi penyiaran VHF dan UHF antara 30 dan 3000 MHz serta 4 mode spesifik untuk aplikasi-aplikasi khusus seperti ditampilkan pada tabel 1. Durasi total simbol terdiri dari periode simbol prinsipil dan sebuah interval guard, yang mencegah echo dari simbol sebelumnya mengganggu simbol yang sedang diproses saat ini. Dengan melakukan hal tersebut, ISI (Inter-Symbol Interference) direduksi menjadi mendekati nol selama echo dari beragam transmitter dan jalur propagasi tidak melampaui interval guard. Selisih maksimum beda jalur propagasi ,Δd, dalam meter dapat dihitung dari interval guard, Tguard dan cepat propagasi, vc, dengan persamaan sebagai berikut :

Δd = Tguard * vc  ;(vc=3.108 m/s)

Seluruh mode memiliki sebuah bandwidth ansamble yang tetap yaitu 1,536 MHz.

Bila receiver secara fisik berpindah ke lokasi penerimaan, lebar Doppler meningkat dan secara temporer hubungan antar kanal tereduksi. Sebagai keterangan tambahan, spectrum sinyal yang digunakan adalah Doppler yang di-shift. Bila OFDM sub-carrier yang diterima dengan bergantung pada frekuensi referensi di receiver, interferensi inter-carrier akan meningkat. Hal ini dapat dimengerti dengan visualisasi penggeseran frekuensi pada sinyal-sinyal sub-carrier seperti tampak pada gambar 2. Semakin dekat sub-carrier yang direnggangkan, semakin besar interferensi inter-carrier. Konsekuensinya, durasi simbol dapat dikompromi, misalnya, bila suatu durasi simbol terlalu pendek maka delay yang merata di kanal menyebabkan interferensi simbol. Demikian pula ketika durasi simbol terlalu panjang, maka sub-carrier menjadi berjarak sangat dekat dalam domain frekuensi mengaktifkan penggeseran kecil Doppler untuk memproduksi interferensi intercarrier yang tinggi.

Gambar 2. Jarak Orthogonal sub-carrier untuk Transmisi DAB Mode I (a) dan II (b)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: