Pemuda Indonesia Harus Lebih Kreatif

20 04 2010

Bangga rasanya ketika mendengar potongan berita ini. (dikutip dari http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/advertorial/10/04/16/111605-indonesia-juara-umum-lomba-penelitian-ilmiah-remaja-tingkat-dunia-ke17)

Tim Indonesia yang berhasil meraih medali dalam ICYS ke-17

DENPASAR–Indonesia berhasil menjadi juara umum pada Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Dunia Ke-17 atau 17th International Conference of Young Scientists (ICYS) pada 12-17 April 2010 di Denpasar, Bali. Tim Indonesia yang berkompetisi di semua bidang lomba, yakni Ilmu Fisika, Matematika, Komputer, dan Ekologi meraih tujuh medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. Prestasi ini mengulang kesuksesan Indonesia pada ajang yang sama tahun lalu di Pszcyna, Polandia.

Tujuh medali emas masing-masing diraih oleh Florencia V.Vaniara/Evelyn L.Wibowo dengan judul penelitian ‘Effect of Stem Cell and Mangosteen Peel Extact on Abnormal Cells’, Muhammad Kautsar/Dian Sartika Sari/Dhicha Putri Maharani/Hidayu Permata Hardi (Sweitenia Oil:The Use of Mahagony Seed os Bio-Oil Alternative and The Use of Production Waste as Electris Mosquito Repellent). Kemudian Oki Novendra (Mathematical Explamation on the Death of Michael Jackson), Dwiky Rendra Graha Subekti (Big Match:” Suka Kelor” Caramel vs Malnutrition), Sonny Lazuardi Hermawan (Portable Protection Everywhere), Miftah Yama Fauzan (Development of Smart Electric Gun with Adaptive Bullet Speed), dan Andreas Widy Purnomo/Aldo Vitus Wirawan (Green Energy Source: Centripetal Water Turbine).

Sementara medali perak diraih oleh Aria Dhanang Dewangga dan medali perunggu masing-masing diraih oleh Dita Nurtjahya, Fauqia Tambunan/Bening Embun Pagi/Alan Suherman, dan Rizal Panji Islami/Fahmi Maulana Ainul Yakin/Ikhsan Britama. Tim Indonesia juga meraih best performance atas nama Dwiky Rendra Graha Subekti untuk bidang Environmental Sciences dan Ilham Naharudinsya/ Ardelia Djati Safira/Satria Putra Adhitama untuk bidang Basic Mathematics.

Adapun peringkat kedua diraih oleh Jerman dengan dua medali emas, satu medali perak, dan empat medali perunggu, sedangkan peringkat ketiga diraih oleh Rusia dengan dua medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. Peringkat berikutnya berturut-turut ditempati Belanda, Belarusia, dan Polandia masing-masing meraih satu medali emas.

Sekretaris Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional, Bambang Indriyanto, mengatakan, keberhasilan siswa Indonesia menjadi juara umum ini menunjukkan  bahwa Indonesia tidak kalah dengan negara-nengara lain terutama Eropa Timur dan sebagian dari Eropa Barat seperti Jerman dan Belanda. “Kami tahu negara-negara Eropa Timur adalah negara-negara yang kuat di bidang sains, tapi kami menunjukkan bahwa Indonesia lebih kuat dibandingkan dengan mereka,” katanya usai penutupan acara penyerahan penghargaan pemenang di Hotel Inna Grand Bali Beach, Denpasar, Bali, Jumat (16/4).

Bambang menyampaikan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa potensi akademik siswa Indonesia lebih baik dibandingkan dengan siswa dari luar negeri termasuk. Namun permasalahannya, kata dia, adalah bagaimana mengembangkan atau mengartikulasikan potensi-potensi akademik mereka itu menjadi suatu hal yang menjadikan mereka lebih siap atau lebih menyenangi bidang-bidang sain, yang kebanyakan siswa lain tidak begitu menyukai.

Peran pemerintah, lanjut Bambang, adalah akan menjamin bahwa proses pendidikan nondiskriminatif.  “Pemerintah juga akan menyelenggarakan kompetisi semacam ini, yang dimulai pada tingkat kabupaten, kota, provinsi, dan nasional. Sekarang sudah ada olimpiade sains dan lomba penelitian ilmiah remaja, yang akan kami bina tidak hanya berorientasi pada tingkat nasional, tetapi kami sudah berpikir bagaimana mengembangkan sampai dengan tingkat internasional, ” katanya.

Ajang ICYS ke-17 diikuti oleh 13 negara peserta dan 20 tim. Negara-negara peserta, yakni Belarusia, Brasil, Kroasia, Jerman, Georgia, Hongaria, Indonesia, Belanda, Polandia, Rumania, Rusia, Turki, dan Ukraina. Turut berpartisipasi enam negara observer, yakni Iran, Inggris, Thailand, Nigeria, Laos, dan Kamboja. Lomba ini diadakan setiap tahun guna menggali potensi peneliti muda yang kelak dapat berperan dalam penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh umat manusia di dunia.

Luar biasa prestasi yang diraih oleh 11 pelajar SMA ini di kancah perlombaan internasional. Sungguh masa depan bangsa ini nampak lebih menjanjikan melihat prestasi dari generasi-generasi muda Indonesia ini. Paling tidak hal ini menutupi pandangan pesimis yang dilontarkan banyak pihak terkait kondisi generasi muda Indonesia. Banyak pihak, termasuk saya, prihatin melihat generasi muda Indonesia, bahkan hingga level mahasiswa, yang notabene adalah generasi – generasi muda yang beruntung mendapatkan kesempatan untuk belajar akademis lebih. Generasi muda saat ini mayoritas masih menunjukkan sikap dan potensi mereka sebagai “Generasi Yang Luar Biasa Ahli Dalam Mencari Akar Suatu Masalah“. Tampaknya hasil pembelajaran di bangku kuliah membuat banyak mahasiswa yang sangat ahli dalam mencari akar mendasar dari suatu permasalahan. Memang, hal ini tidaklah buruk, namun alangkah baiknya bila kita mencoba satu langkah lebih maju dengan menciptakan generasi muda yang tidak hanya ahli dalam mencari akar mendasar dari suatu permasalahan namun juga expert dalam mencari solusi.

Namun demikian, tidak sedikit pula generasi muda Indonesia yang telah mencoba untuk bertindak kreatif untuk mencari solusi-solusi kreatif terhadap masalah-masalah yang ada. Mereka-mereka inilah yang dapat menghasilkan suatu perubahan untuk lingkungan di sekitarnya. Indonesia memiliki potensi untuk menjadi bangsa yang besar, bila kita mampu memposisikan diri sebagai elemen penting dalam kancah dunia. Saat ini pun sebenarnya Indonesia telah memegang peranan penting dalam kancah dunia, yakni dengan peranannya sebagai konsumen setia untuk berbagai produk impor. Hal ini menunjukkan bahwa para pemuda, sebagai motor bangsa di masa mendatang, selain perlu memperbaiki diri menjadi generasi yang solutif, namun juga perlu untuk menjadi generasi yang produktif, tidak hanya konsumtif.

Kreativitas memegang peranan penting dalam transformasi pemuda Indonesia dalam menggapai mimpi sebagai bangsa yang maju di masa depan. Semoga dengan makin banyaknya para pemuda Indonesia yang meraih prestasi di kancah internasional dapat meningkatkan kreativitas pemuda dalam menciptakan pemuda Indonesia sebagai gambaran dari masyarakat Indonesia yang kreatif, solutif, dan produktif.

Jayalah Indonesiaku, Majulah Para Pemuda…


Actions

Information

One response

12 06 2010
Soesanto S

good, maju terus indonesia!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: