Kartini Menangis ?

21 04 2010

Tanggal 21 April 2010, tepat 131 tahun sejak seorang pejuang revolusioner perempuan terlahir di tanah Jepara, Jawa Tengah. Hingga kini setiap tahun tanggal 21 April selalu dirayakan oleh para wanita di negeri Indonesia ini sebagai peringatan akan gebrakan emansipasi wanita di negeri yang sebelumnya telah mengakar budaya patriarki yang memposisikan kaum adam di atas posisi sehari-hari kaum hawa. Raden Ajeng Kartini merupakan sosok yang menjadi kebanggaan kaum wanita di negeri ini, yang telah berjuang memposisikan wanita sama dengan pria. Namun, apa jadinya bila R.A. Kartini bisa menggunakan mesin waktu pergi ke tahun 2010. Apakah beliau akan tersenyum bahagia melihat kemajuan kaum wanita saat ini?…Ataukah justru pejuang emansipasi wanita ini bakal menangis melihat bagaimana “kemajuan” sebagian kaum wanita di masa kini?…Door Duistermis tox Licht, Habis Gelap Terbitlah Terang, itulah judul buku dari kumpulan surat-surat Raden Ajeng Kartini yang terkenal. Surat-surat yang dituliskan kepada sahabat-sahabatnya di negeri Belanda itu kemudian menjadi bukti betapa besarnya keinginan dari seorang Kartini untuk melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya pada zamannya.

Buku itu menjadi pedorong semangat para wanita Indonesia dalam memperjuangkan hak-haknya. Perjuangan Kartini tidaklah hanya tertulis di atas kertas tapi dibuktikan dengan mendirikan sekolah gratis untuk anak gadis di Jepara dan Rembang. Hal ini benar-benar menjadi suatu dobrakan revolusioner yang bahkan dapat dianggap juga pembangkangan dari seorang wanita yang semestinya berkutat menghabiskan waktunya di dapur, mengurusi urusan rumah tangga saja. Suatu tindak “pembangkangan” dari putri seorang Bupati Jepara ini benar-benar membuka mata bangsa Indonesia mengenai pentingnya posisi wanita dalam menatap kemajuan bangsa.

131 tahun seudah berlalu sejak kelahiran seorang pejuang tersebut. Seandainya R.A Kartini pergi dengan mesin waktu ke tahun 2010 ini, beliau mungkin akan tersenyum bangga melihat sosok-sosok wanita hebat berikut ini :

Sosok-sosok wanita di atas benar-benar membanggakan negeri ini. Inilah mungkin visi yang ada di benak R.A Kartini satu abad yang lalu mengenai bagaimana para wanita Indonesia dapat memposisikan diri sejajar dengan kaum pria. Tidak ada lagi diskriminasi atas wanita dan lain sebagainya.

Namun, setelah Kartini pergi ke jalan-jalan di tahun 2010 ini, beliau pun mulai menangis. Apa sebabnya?..

Hmm…rasanya bukan emansipasi semacam ini yang dulu diimpikan oleh R.A Kartini. Kartini bermimpi supaya Indonesia dapat memiliki wanita-wanita yang dapat dibanggakan, wanita yang tidak kalah dengan para pria nya. Namun sepertinya ini emansipasi yang “kebablasan”.

Saat ini sungguh sangat banyak wanita Indonesia yang merokok. Bukan berniat untuk mendiskriminasi karena mengkritik wanita-wanita perokok, sebab saya pun sama kerasnya mengkritik kaum pria yang merokok. Hanya sekedar mengingatkan saja, tidak berniat mengeluarkan opini yang memojokkan. Hanya ingin mengingatkan bagaimana semangat R.A Kartini dulu mendobrak tradisi yang mengekang kaum wanita. Semoga para penerus Kartini di era modern ini dapat membuat beliau bangga sesuai dengan visi di benaknya ketika itu.

Jangan biarkan R.A Kartini MENANGIS!!!…

SELAMAT HARI KARTINI 21 APRIL 2010


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: