Technopreneur dan Inovasi

5 05 2010

Dalam suatu kesempatan saya menonton acara Economic Challenges di Metro TV. Episode kali itu bertema “Technopreneur dan Inovasi”, dengan menghadirkan bintang tamu Rhenald Kasali, Arifin Panigoro, Faisal Bahri, serta Sekretaris Kementrian Negara BUMN, Said Didu. Topik yang dibahas sangat menarik, terkait bagaimana Indonesia bisa menjadi sebuah negara yang melompat maju dengan memajukan technopreneur dan memasukan unsur inovasi di dalamnya. Bahkan dalam potongan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rapat kerja dengan para menteri, gubernur serta kepala DPRD seluruh Indonesia di Bali, beliau mengatakan bahwa kemajuan bangsa Indonesia ini akan sangat bergantung pada kualitas inovasi dalam sektor perekonomian. Bahkan lewat pertemuan ini beliau juga meresmikan dibentuknya Komite Inovasi Nasional dan Komite Ekonomi Nasional.

Benar-benar topik bahasan yang menarik minat saya. Salut juga melihat langkah pemerintah dalam beberapa tahun terakhir seakan benar-benar ingin menghembuskan semangat ber-entrepreneur di kalangan masyarakat, bahkan juga mulai dihembuskan ke dunia mahasiswa. Apalagi ternyata pemerintah juga mulai mewujudkan tindakan nyatanya dengan membentuk kedua komite nasional tersebut.

Saya sepakat bahwa entrepreneurship merupakan hal yang amat sangat penting dalam mengawal kemajuan suatu bangsa. Dalam entrepreneurship itulah kita perlu senantiasa menjaga hasrat kita untuk selalu berinovasi. Menjadi seorang enrtepreneur berarti berani menjadi seorang yang berbeda pola pikir dengan orang-orang lain. Menjadi seorang entrepreneur berarti mau merubah kenyamanan diri sebagai seorang konsumen menjadi seorang pemberi layanan. Bagaimana seorang entrepreneur dapat menjadi kunci kemajuan suatu bangsa?Menjadi seorang enrtepreneur sudah cukup baik, tapi akan jauh lebih baik ketika kita mampu menjadi seorang technopreneur. Seorang technopreneur adalah seseorang yang berorientasi pada pemberian nilai tambah dalam suatu produk, terutama dengan inovasi dalam sisi teknologi. Fakta mengungkapkan bahwa sebagian besar konglomerat di Indonesia merupakan para insinyur, orang-orang yang memiliki latar pendidikan teknik. Ini mengungkapkan bahwa di Indonesia, para insinyur memegang peranan yang cukup vital dalam kemajuan ekonomi nasional.

Kelemahan utama dari para engineer adalah arogansi. Dengan arogansinya banyak para technopreneur yang menjadikan basis sumber daya manusianya pada teknologi saja, dan melupakan sisi pengembangan manajemen, baik itu manajemen dalam hal finansial ataupun sumber daya manusia. Untuk menjadi seorang technopreneur yang berhasil, tiap-tiap pelaku bisnis harus dapat melihat peluang pasar serta menjaga keseimbangan komposisi antara “orang-orang teknik” dan orang-orang berbasis ekonomi, seperti akuntan dan ekonom.

Dalam sebuah tim bisnis, komposisi ketiga elemen tersebut dapat diibaratkan sebagai elemen dari sebuah mobil. Para insinyur dapat dianalogikan seperti elemen pedal gas. Pedal gas menentukan seberaoa cepat mobil tersebut melaju. Makin diinjak kuat-kuat, maka mobil pun akan melaju makin kencang, tapi bila terlalu kencang bisa-bisa menabrak pohon dan hancur. Oleh karena itulah dibutuhkan keseimbangan dengan kehadiran akuntan dan ekonom yang dapat dianalogikan sebagai pedal kopling dan rem dalam mobil. Dengan kopling dan rem tersebut, maka laju sebuah mobil dapat dikendalikan, kapan saatnya mobil harus mengerem dahulu, atau bagaimana mengatur antara kopling dan gas agar mobil dapat berakselerasi dengan kemampuan terbaiknya. Keberadaan akuntan dan ekonom dalam tim bisnis kita dapat menyadarkan bagaimana kondisi keuangan usaha bisnis kita, serta bagaimana visi perusahaan ke depan dengan mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi.

Indonesia saat ini mungkin sedang berada di zona nyamannya untuk setia menjadi bangsa konsumen. Mari kita tengok 5 atau 10 tahun ke depan. Kapan kita bisa menjadi bangsa yang mandiri bila kita masih bergantung pada hasil produk luar dan secara tidak langsung mematikan produk-produk lokal. Sampai kapan para pemuda kita mau menumpahkan inovasi-inovasi terbaiknya demi kemajuan dunia perindustrian dan teknologi perusahaan-perusahaan multinasional dari luar negeri dengan diiming-imingi gaji yang “WAH”. Mengapa kita harus bergantung pada bangsa lain bila kita dapat membentuk bangsa ini menjadi bangsa yang lebih mandiri? Mengapa kita harus bingung untuk bergerak maju sementara perusahaan-perusahaan internasional berlomba-lomba memperebutkan SDM terbaik kita. Saatnya kita semua membuka lembaran pola pikir yang baru. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Bagaimana menjadi bangsa yang maju tinggal bagaimana kita mampu mengelola semangat kita untuk senantiasa berinovasi dan bagaimana mengurangi semangat konsumtif dalam mental bangsa Indonesia.

Jangan berpikir untuk merubah nasib bangsa ini secara keseluruhan dalam wak 1-2 tahun ke depan. Bahkan seorang bapak bangsa sekaliber Presiden ke-2 RI, Soeharto, pun tidak berhasil sepenuhnya mengubah nasib bangsa ini dalam 32 tahun. Semua hal besar bermula dari hal yang kecil. Oleh karena itu mulailah dari diri sendiri dan pengaruhilah lingkungan di sekitar kita. Bila setiap orang menerapkan hal tersebut, mungkin dalam 5 – 10 tahun ke depan kita bisa membuat bapak proklamator kita, Ir. Soekarno, tersenyum melihat bahwa perjuangannya untuk memerdekakan bangsa ini tidak percuma dan bangsa Indonesia telah menjadi bangsa yang maju.

Senantiasa berinovasi, jadilah technopreneur yang berkompeten, demi Indonesia yang semakin baik.

= Salam Inovasi =

Mohon dukungan dan vote-nya untuk ITB Entrepreneur Awards di situs ini


Actions

Information

One response

9 05 2010
ardian eko

Jadi? Bagaimana dengan penulis sendiri???
Technopreneur mungkin harus mengerti bisnis proses yang baik. sehingga setidaknya mengertilah bisnis proses di perusahaan besar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: