Pembohong

19 05 2010

Pernah berbohong pada orang-orang di sekitar Anda?…atau mungkin pertanyaannya saya ubah, apakah ada orang yang belum pernah berbohong pada orang di sekitar Anda?…

Ya, citra dari tokoh Pinokio ini menunjukkan bagaimana tampaknya berbohong secara alamiah pasti pernah kita semua lakukan, bahkan sedari kita masih kecil. Pertanyaannya, mengapa image pembohong yang nakal itu diperankan oleh Pinokio, bukan oleh karakter lain? Mengapa Walt Disney memilih image seorang anak laki-laki untuk peran seperti ini? Padahal Walt Disney juga tidak anti dalam memunculkan pemeran utama perempuan, misalnya tokoh-tokoh princess cukup banyak juga digemari.

Apakah memang laki-laki lebih identik dengan kebohongan dibanding perempuan?Mungkin pendapat saya di atas akan sedikit mengusik rekan-rekan pria yang membaca. Reaksi itu pula yang saya rasakan ketika saya pertama kali membaca hal ini. Dalam suatu kesempatan Science Museum di London, Inggris, melakukan sebuah survey terhadap 3000 responden. Hasil survey tersebut menggambarkan bahwa rata-rata seorang pria melakukan 3 kali kebohongan dalam sehari, dan hal ini sama dengan 1092 kali dalam setahun!!!

Sementara juga didapat bahwa kaum wanita relatif “lebih jujur”. Dalam sehari rata-rata seorang wanita melakukan 2 kebohongan, atau kurang lebih sekitar 728 kebohongan dalam setahun!!! Bahkan untuk tingkat kebohongan pada orangtua, terutama ibu, sekitar 25% responden pria mengaku sering melakukannya, sementara itu “hanya” sekitar 20% responden wanita yang melakukannya.

Hasil survey lainnya yang cukup melegakan adalah, hanya 10% yang menyatakan sering berbohong pada pasangannya, entah itu pacar, suami atau istri. Dari responden itu kecenderungan pria berbohong pada pasangan mengenai hal-hal kebiasaan buruknya yang disembunyikan. Sementara, kecenderungan wanita berbohong pada pasangan mengenai perasaan yang sedang dirasakannya, terutama dengan mengatakan, “Gak ada apa-apa kok. Everything is okay.”

Fakta lainnya yang cukup menarik, sebanyak 82% wanita menyatakan menyesali kebohongan yang telah mereka lakukan, sementara “hanya” 70% pria yang menyesali kebohongan yang mereka lakukan. Fakta yang unik, tapi berkaca pada pengalaman sehari-hari tampaknya memang kecenderungan itu yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Ternyata mungkin memang tabiat dasar para pria seperti itu, tidak hanya di London, tapi juga di kota Bandung. Tapi ada sedikit pembelaan dari kaum pria, bahwa tidak selamanya mereka berbohong untuk menutupi “kebusukan” mereka, tapi seringkali mereka berbohong demi kebaikan bersama.

Untuk para wanita, jangan paranoid dulu membaca hasil survey yang saya paparan di atas. Mungkin memang hasil survey tersebut mendekati kebenaran umum, tapi satu hal yang perlu dicatat tentang pribadi pria yaitu TANGGUNG JAWAB. Bagi seorang pria sejati, tanggung jawab akan hal yang telah ia lakukan adalah suatu harga mati. Jadi, jangan terlalu menilai buruk pria akibat kebiasaan bohongnya, tapi lihatlah juga bagaimana keunggulan-keunggulan yang ada dibaliknya. Mungkin kebiasaan yang buruk ini sebaiknya dikurangi sedikit demi sedikit, baik itu oleh pria ataupun wanita, namun tampaknya tetap manusiawi bahwa kita sulit melepaskan diri sepenuhnya dari hal ini.

Mari menjadi manusia yang semakin baik dan berkualitas. Hidup ini hanya sekali, baiklah takaran yang dipakai tidak hanya kuantitas hidup kita, melainkan bagaimana kualitas dari hidup kita.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: