I know you LOVE me, but…

27 05 2010

“Aku sayang kamu”

Tiga kata yang mungkin mudah untuk terucapkan. Tidak butuh waktu hingga 10 detik untuk mengucapkan kata-kata tersebut. Namun, sesungguhnya di balik kata-kata itu terdapat segunung interpretasi dan pendalaman yang berbeda-beda tergantung individu yang merasakannya.

Tiap orang boleh punya berbagai cara dan metode untuk mengungkapkan bagaimana rasa sayangnya pada orang yang dia sayangi. Namun, terkadang ada hal yang mungkin terasa sepele bagi kita namun ternyata mungkin adalah hal yang penting untuk pasangan kita.

“Ask your heart about your love. Follow your heart to your love”

Ada seorang ibu memiliki seorang anak. Ibu yang satu ini mencintai anaknya dengan sepenuh hati. Sang ibu tak terhitung mengungkapkan rasa sayangnya pada si anak. Berbagai macam hal dilakukan sang ibu untuk menyalurkan rasa sayang dan cinta pada anaknya. Setiap kali ada teman atau kenalannya, sang ibu seringkali dengan bangga memperkenalkan si anak sebagai anaknya. Dalam berbagai momen penting dalam hidupnya, sang ibu senantiasa ingin si anak untuk menyertainya. Ketika datang ke undangan pernikahan seorang kerabat, sang ibu ingin didampingi oleh suami dan anaknya. Ketika ada momen-momen spesial sang ibu ingin ada anaknya yang menyertai dia. Sang ibu sangat mencintai anaknya dan bangga untuk mengakui dan menyalurkan rasa sayangnya pada si anak.

Seorang ibu yang lain juga memiliki anak yang benar-benar ia sayangi. Tiap hari ia melakukan hal-hal yang dapat menyalurkan rasa sayangnya pada si anak. Sangat jarang sekali sang ibu menceritakan si anak sebagai anaknya pada teman dan rekan-rekannya. Pada momen-momen penting, sang ibu jarang mengajak si anak untuk turut mendampinginya. Dalam pikiran sang ibu, toh yang penting dia sayang dengan si anak, jadi gak apa-apa lah gak usah terlalu diliatin rasa sayang saya ini. Dalam hatinya sang ibu sayang sekali pada anaknya. Sama levelnya dengan sang ibu pada cerita sebelumnya.

Ibu pertama dan ibu kedua memiliki kadar sayang yang sama besarnya pada si anak. Bagaimana kira-kira perasaan anak pertama dan anak kedua?

Anak pertama sangat senang karena merasa dicintai oleh ibunya dan sang ibu benar-benar dengan bangga mengakui eksistensinya sebagai anak yang dicintai oleh si ibu.

Anak yang kedua merasa senang karena merasa ibunya mencintai dia. Namun, dalam sehari-hari si anak terkadang merasa sedih karena sang ibu kurang mengapresiasi dan menunjukkan kebanggaannya akan eksistensi si anak. Padahal rasa sayang dari sang ibu besar pada si anak, meskipun ia tidak menunjukkannya.

Mungkin analogi di atas kurang sempurna untuk menggambarkan pesan yang ingin saya sampaikan, namun kurang lebih dapat menggambarkan inti dari poin yang ingin saya sampaikan.

“Aku sayang kamu”. Itu adalah suatu ungkapan yang tidak mudah untuk dikatakan, percayalah. Bila ada seseorang yang dengan mudah mengatakan hal tersebut kepada kita, berarti orang tersebut telah mencintai kita dengan segenap hidupnya, sehingga tidak ada ragu lagi dalam hati untuk membiarkan sang bibir mengucapkan kata tersebut. Namun, ternyata menyatakan kata-kata tersebut bukan hal tersulit. Bagaimana menunjukkan cinta kita dan bagaimana membuat orang yang kita cintai menyadari bahwa kita bangga akan eksistensinya, dua hal tersebut mungkin lebih sulit ketimbang mengucapkan 3 kata itu.

“Pengakuan Eksistensi”. Sejak pertama kali manusia hidup di bumi, hal ini adalah salah satu tujuan hidup manusia. Pengakuan akan eksistensi dirinya oleh orang lain, hal ini menjadi sangat penting bagi setiap orang. Mungkin kita menyayangi dan mencintai seseorang. Bila kita merasakan hal tersebut janganlah ragu ataupun sungkan untuk mengakui eksistensi orang yang kita cintai tersebut. Jangan menyangkal eksistensi diri si dia dalam hati kita, apalagi dalam berbagai momen hidup kita.

“Tapi kamu kan tau aku sayang kamu.”. Pernyataan klise yang mungkin terasa sepele. Namun, belum tentu orang yang kita sayangi itu merasakan hal tersebut.

It’s okay, you love me.

“Tapi jangan bilang kalo aku pacar kamu yah.”

“Yaudah ntar aku bareng si x aja.” (dalam suatu acara yang penting)

“Jangan pergi berdua aja akh.”

Contoh ungkapan-ungkapan yang saya dapatkan dari rentetan pengalaman rekan-rekan yang pernah bercerita pada saya. Mungkin terasa sepele, namun kata-kata tersebut mungkin sudah cukup membuat orang yang kita sayangi merasa eksistensinya tidak terlalu penting bagi kita, atau kita tidak bangga untuk mengakui eksistensi orang yang kita sayangi tersebut.

So, mencintai itu tidak mudah. Tapi sekali kita mau sepenuh hati dan setulusnya memberikan cinta kita pada orang yang kita cintai, maka keajaiban cinta akan menyambut kita dalam lingkupnya. Jangan pernah berhenti karena bingung harus bagaimana. Tanyakan pada hatimu, dan kamu akan menemukan jawabnya.

“If you open your heart, love opens your mind.”


Actions

Information

2 responses

27 05 2010
Utami Ekawati

apakah kamu anak kecil yang kedua???

27 05 2010
Dito Anggodo

@uta : apa kamu merasa sebagai ibu yg pertama??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: