Inspirasi

7 06 2010

Tidak banyak yang dapat aku ceritakan pada postingan ini tentang inspirasi yang kudapatkan ketika mengikuti misa Ekaristi di Kapel Borromeus. Di dalam kapel aku melihat seorang ibu yang menggendong seorang bayi yang berusia sekitar 1-2 tahun, nampaknya laki-laki.

Pada pertengahan misa aku baru menyadari bahwa bayi ini melihat ke arahku. Awalnya kupikir dia sedang bengong, kemudian aku agak goyang-goyangkan badan kiri – kanan, ternyata si pandangan bayi ini pun mengikuti pergerakanku. Menyadari bahwa bayi ini sedang memandangiku, kemudian muncul perasaan ingin bermain dengan bayi ini. Aku memandang matanya, kemudian seakan lewat tatapan kami saling berkomunikasi. Kemudian aku mencoba tersenyum pada bayi ini, awalnya dia hanya terus melihat ke arahku. Oleh si ibu, bayi ini ditidurkan kemudian digoyang kiri-kanan. Hehe, ternyata pandangan bayi itu tetap seolah ingin berkomunikasi denganku.🙂

Kemudian aku iseng-iseng sedikit mengeluarkan lidah di antara bibir seperti orang sedang meledek, dan lucunya si bayi ini pun mengikuti ekspresi candaku. Hahaha, lucu sekali melihat anak kecil ini, hal ini didukung pula dengan suara pastur yang tidak begitu jelas terdengar…:p, untung pada pagi harinya aku sudah membaca renungan untuk hari ini, jadi tidak terlalu kosong. Bermain-main bersama bayi kecil ini membuat rasa kantuk yang semula mulai datang akhirnya pergi. Kemudian kembali aku melemparkan senyum pada bayi ini, dan akhirnya setelah mengikuti ekspresi-ekspresi candaku sebelumnya dia pun kini ikut tertawa. Tawa tulus dan tanpa dosa dari seorang bayi kecil.

Senyum tulus dan tawa yang lepas dari seorang bayi yang masih “hijau”. Senyum dan tawa yang jarang kutemui pada rekan-rekan saya yang telah lama meninggalkan masa bayinya. Aku terinspirasi satu hal, bahwa hidup itu indah, terutama bila kita bisa melakukan segala sesuatunya dengan tulus dan tanpa beban. Sebuah tawa kecil dan senyum yang tulus dari seorang anak kecil ternyata bisa memberikan kedamaian dan kesejukan dalam diriku. Mari kita seperti anak kecil yang senantiasa melakukan segala sesuatunya dengan tulus, tanpa beban, tanpa curiga, tanpa udang di balik batu. Bahagia melihat bayi ini begitu senang “bermain-main” denganku, meskipun jarak jauh. Satu hal yang mungkin sederhana, namun ternyata cukup membekas di hatiku. Terimakasih adik kecil. Sampai ketemu lagi, semoga kamu jadi anak yang baik dan penurut, semoga kamu tetap bisa membagikan ketulusan dan kedamaian lewat senyumanmu dan segala tingkah lakumu, sehingga kelak bisa menjadi terang dan garam dunia.

Akhirnya setelah beberapa saat si bayi itu tertawa dan tampak gembira, si ibu memutuskan untuk membawa si bayi pindah duduk ke bagian samping. Aku pun kehilangan teman bermain…Interaksi singkat dengan si bayi, namun menginspirasiku untuk menjadi pribadi yang dapat memberikan ketenangan dan kedamaian lewat segala tindakan tulusku pada orang-orang di sekitar. Bermula dari hal sederhana, namun mari mulai untuk jadi lebih baik.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: