Mother Theresa from Calcutta

17 10 2010

Wew…akhirnya kembali menulis setelah absen sekitar 2 minggu…tertarik menulis lagi setelah menemukan fakta yang menarik…

Pada misa ekaristi hari Minggu ini, di Katedral St.Petrus, Bandung, sedang mengenangkan pribadi seorang Beata, Suster Agnes Gonxha Bojaxhiu, atau akrab dikenal sebagai Bunda Theresa dari Calcutta. Beliau ternyata dilahirkan tanggal 26 Agustus 100 tahun yang lalu…persis dengan hari kelahiran saya, namun lebih awal 78 tahun…:)

Bunda Theresa merupakan sosok yang banyak dikagumi oleh berbagai pihak di seluruh penjuru dunia, tanpa memandang latar belakang suku, ras, agama, ataupun politik.

Bunda Teresa dari Calcuta (lahir di Üsküb,Kerajaan Ottoman, 26 Agustus 1910 – meninggal di Calcuta,India, 5 September 1997 pada umur 87 tahun) adalah seorang biarawati Katolik terkenal dan kontroversial di dunia Internasional yang pekerjaannya di antara orang miskin Kalkuta diberitakan secara luas.

Dia diberikan Penghargaan Templeton pada 1973, Penghargaan Perdamaian Nobel pada 1979 dan penghargaan tertinggi warga sipil India, Bharat Ratna pada 1980. Dia dijadikan Warga Negara Kehormatan Amerika Serikat pada 1996 (satu di antara enam). Dia diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II pada Oktober 2003, dan oleh karena itu dia dapat dipanggil Beata Theresa.

Perjalanan Hidup Bunda Theresa

Teresa dilahirkan sebagai Agnes Gonxha Bojaxhiu di Üskübdi negara yang sekarang bernama Republik Kosovo. . Ayahnya adalah seorang pedagang sukses. Orang tuanya memiliki tiga anak, dan Agnes merupakan yang termuda. Orang tuanya Nikollë (Kolë) and Dranafile Bojaxhiu, berasal dari kota Prizren di selatan Kosovo. Mereka menganut Katolik, meskipun kebanyakan orang Albania adalah Muslim dan mayoritas populasi di Makedonia adalah Ortodoks Makedonia

Sangat sedikit diketahui tentang awal hidupnya kecuali dari tulisannya sendiri. Dia mengingat bahwa dia merasa panggilan untuk menolong si miskin dari umur 12, dan mengambil keputusan untuk melatih dirinya dalam kerja misi di India. Dia adalah anggota dari mudika di paroki setempat disebut Sodality. Pada umur 18, Vatikan mengizinkan Teresa untuk meninggalkan Skopje dan bergabung dengan Kesusteran Loreto, sebuah komunitas biarawati Irlandia di Rathfarnham dengan sebuah misi di Kolkata.

Dia memilih Kesusteran Loreto karena panggilan mereka adalah untuk menyediakan pendidikan bagi anak perempuan. Setelah beberapa bulan pelatihan di Institut “Blessed Virgin Mary” di Dublin dia dikirim ke Darjeeling di India sebagai suster novisiat. Pada 1931 dia melakukan kaulnya yang pertama di sana, memilih nama Suster Maria Teresa sebagai penghormatan kepada Teresa Avila dan Thérèse de Lisieux. Dia mengambil kaulnya yang terakhir pada Mei 1937, mendapatkan gelar keagamaan Bunda Teresa.

Dari 1930 sampai 1948 Bunda Teresa mengajar geografi dan katekisme di SMA St. Mary di Kolkata, menjadi kepala sekolah pada 1944. Dia kemudian mengatakan bahwa kemiskinan di sekitar meninggalkan kesan yang dalam dirinya. Pada September 1946, atas keinginan sendiri, dia menerima panggilan yang dalam dari Tuhan “untuk melayani Dia di antara termiskin dari yang miskin”.

Pada 1948 dia menerima izin dari Paus Pius XII, melalui Uskup Agung Kolkata, untuk meninggalkan komunitasnya dan hidup sebagai suster merdeka. Dia keluar dari SMA tersebut dan setelah pendidikan pendek dengan “Medical Mission Sisters” di Patna, dia kembali ke Kolkata dan mendirikan tempat tinggal sementara dengan “Little Sisters of the Poor” di perkampungan Moti Jihl, Kalkuta. Dia kemudian memulai sekolah ruang terbuka untuk anak-anak tak memiliki rumah. Kemudian dia bergabung dengan sukarelawan penolong, dan dia menerima dukungan finansial dari organisasi gereja dan otoritas munisipal.

Pada Oktober 1950 Teresa menerima izin dari Vatikan untuk memulai ordonya sendiri. Vatikan awalnya menamakannya “Diocesan Congregation of the Calcutta Diocese”, tapi kemudian berubah menjadi Missionaries of Charity, yang misinya adalah untuk memberikan perhatian untuk (dalam katanya sendiri) “si lapar, si telanjang, si gelandangan, si pincang, si buta, si lepra, dan semua orang yang merasa tak diinginkan, tak dicintai, tak diperhatikan dalam masyarakat, orang yang telah menjadi beban bagi masyarakat dan ditolak oleh siapa pun.”

Dengan bantuan dari pejabat India dia mengubah sebuah kuil Hindu yang telah ditinggalkan menjadi Kalighat Home for the Dying, sebuah ‘rumah sakit kecil’ (“hospis”) bagi si miskin. Tidak lama setelah dia membuka hospice lainnya, Nirmal Hriday (Hati Murni), sebuah rumah lepra disebut Shanti Nagar (Kota Kedamaian), dan sebuah panti asuhan, dan pada 1960-an telah membuka banyak hospis, panti asuhan, dan rumah lepra di banyak tempat di India.

Pada 1965 dengan memberikan Decree of Praise, Paus Paulus VI mengizinkan permintaan Bunda Teresa untuk mengembangkan ordonya ke negara lain. Ordo Teresa mulai tumbuh cepat, dengan rumah-rumah baru dibuka di banyak tempat di dunia. Rumah pertama ordo ini di luar India didirikan di Venezuela, dan kemudian diikuti di Roma dan Tanzania, dan kemudian di banyak negara di Asia, Afrika, dan Eropa, termasuk Albania. Sebagai tambahan, rumah Missionaries of Charity pertama di Amerika Serikat didirikan di Bronx Selatan, New York.

Potongan pernyataannya yang cukup menarik:

“KEBAIKAN yang kamu lakukan bisa jadi dilupakan orang; Itu tidak penting; Lakukanlah KEBAIKAN.

Apa yang telah kau BANGUN mungkin akan roboh; Itu tidak penting; BANGUNLAH.

Orang-orang yang telah kau BANTU, mungkin tidak mengucapkan “terima kasih”; Itu tidak penting; BANTULAH mereka.

BERIKANLAH pada dunia yang TERBAIK dari mu; Mungkin mereka akan melemparimu dengan batu; Itu tidak penting; BERIKANLAH yang TERBAIK dari mu.”

Semoga teladannya dalam pengabdian terhadap Tuhan melalui sesama dapat senantiasa mengiringi langkah “adik” yang terlahir 26 Agustus 1988, 78 tahun kemudian.


Actions

Information

One response

17 10 2010
sangpenghibur

Wah jadi tau lebih banyak ama bunda theresa.. Nice info, To..
Paling suka ama pernyataannya: “Orang-orang yang telah kau BANTU, mungkin tidak mengucapkan “terima kasih”; Itu tidak penting; BANTULAH mereka.”
Berasa bgt ikhlasnya..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: