Mengenal FFT-IFFT

28 09 2010

Mengenal FFT dan IFFT

Fast Fourier Transform adalah suatu algoritma yang digunakan untuk merepresentasikan sinyal dalam domain waktu diskrit dan domain frekuensi. Sementara itu, IFFT adalah singkatan dari Inverse Fast Fourier Transform. Membahas mengenai FFT-IFFT tentunya tidak dapat dilepaskan dari DFT (Discrete Fourier Transform). DFT merupakan metode transformasi matematis untuk sinyal waktu diskrit ke dalam domain frekuensi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa DFT merupakan metode transformasi matematis sinyal waktu diskrit, sementara FFT adalah algoritma yang digunakan untuk melakukan transformasi tersebut. Read the rest of this entry »





Finally…Sarjana Teknik a.k.a S.T.

22 09 2010

Selasa, 21 September 2010 (14.50)

Prof. Andriyan Bayu Suksmono : “Setelah sidang tertutup tim penguji tugas akhir, mempertimbangkan pekerjaan tugas akhir yang telah dilakukan, serta menimbang jawaban-jawaban yang diberikan oleh saudara Dito Anggodo Prihastomo pada ujian Sidang Tugas Akhir, maka tim penguji memutuskan Anda………LULUS dengan indeks AB

(Disaksikan Tim Penguji :

– Dr. Iskandar, S.T, M.T

– Dr. Achmad Munir

Dosen Pembimbing :

– Dr. Ir. Sugihartono)

Finally, moment ini menutup secara lisan proses 4 tahun yang sudah kulalui di kampus gajah tercinta. Akhirnya perjuangan selama 4 tahun ini akhirnya menemui titik akhirnya, memperoleh gelar S.T. Namun, bukan hanya gelar yang menjadi cita-cita saya kuliah 4 tahun di ITB, bukan hanya berhenti di sini. Ini hanyalah awal dari suatu langkah baru untuk berkarya nyata bagi bangsa dan negara tercinta. Semoga ilmu dan pengalaman yang saya peroleh di kampus ini dapat menjadi tumouan untuk melangkah maju. Read the rest of this entry »





Indonesia – Malaysia : 3 Reasons to Say No War…

4 09 2010

Beberapa pekan terakhir, headline berbagai media pemberitaan di tanah air dipenuhi dengan berbagai perkembangan terkait memanasnya hubungan Indonesia dengan negara “serumpun” nya, Malaysia. Banyak pihak yang menginginkan tindakan tegas dari pemerintah berupa perang fisik dengan Malaysia. Namun pemerintah dan sebagian kalangan lagi memutuskan untuk tetap “bermain lunak” dengan Malaysia. Pemerintah tentunya bukan tanpa perhitungan bila memutuskan untuk mengedepankan solusi diplomasi dengan Malaysia. Menurut Presiden, ada 3 hal utama yang membuat Indonesia harus benar-benar menjadikan perang fisik sebagai solusi terakhir dalam menyelesaikan kondisi ini. Read the rest of this entry »





Indonesia Tidak Pernah Dijajah Belanda…

17 08 2010

Saat-saat ini…65 tahun yang lalu…mungkin suasana tidaklah sedamai yang kita alami saat ini. Ketegangan memuncak dalam individu-individu pelaku sejarah pencetus proklamasi kemerdekaan Indonesia.

17 Agustus 1945, tanggal ini menjadi pengingat awal tonggak berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia. Akhir dari era kolonialisasi Indonesia oleh bangsa asing. Kolonialisasi…atau yang akrab kita dengar sebagai penjajahan.

Sejak dari SD hingga SMU dalam setiap buku mata pelajaran Sejarah yang membahas mengenai sejarah kemerdekaan Indonesia selalu dicantumkan bahwa bangsa Indonesia telah mengalami penjajahan selama 3,5 abad oleh Belanda, serta 3 tahun oleh Jepang. Namun, apa benar itulah yang terjadi?? Read the rest of this entry »





Belajar dari Anak Kecil

15 08 2010

Sering kita memandang sebelah mata pada sosok anak kecil. Sering kita memandang tingkah perilaku orang yang lebih tua lebih meyakinkan untuk ditiru dan diikuti dibandingkan mengikuti tingkah polah anak kecil.

Seiring bertambah usia sering kita mencoba untuk menghilangkan sisi anak-anak kita, kita ingin berubah menjadi seorang yang dewasa, seorang yang bukan lagi anak-anak. Dari hal-hal kecil seperti inilah mungkin yang membuat seringkali ungkapan “kekanak-kanakan” memiliki konotasi makna yang negatif. Padahal, apa yang salah dengan menjadi seperti anak-anak? Bila kita telaah lebih mendalam, seorang anak memiliki beberapa karakter yang menurut saya pribadi cukup baik. Sedari kecil, kita dibiasakan dengan ungkapan, “Gantungkanlah Cita-Citamu Setinggi Langit”. Kalau kita tanya seorang anak, “Nanti kalau sudah besar mau jadi apa?”, bukan tidak mungkin seorang anak petani akan menjawab ingin menjadi presiden, seorang anak pedagang menjawab ingin menjadi dokter, seorang anak yang orangtuanya pengangguran menjawab ingin menjadi dokter, atau bahkan seorang anak yatim piatu menjawab dengan lantang ingin menjadi insinyur. Bagaimana biasanya tanggapan kita? Kita menyemangati mereka, memotivasi mereka untuk mengejar mimpinya yang setinggi langit, meskipun mungkin dari pemikiran “dewasa” kita, secara refleks dalam hati kita berujar, “mana mungkin…”

Bertambah usia membuat wawasan mereka terbuka lebih luas, bagi sebagian orang hal ini sering kali membuat mereka membuat suatu perencaan dalam pikirannya yang “REALISTIS”. Mereka mulai mengerek mimpi kanak-kanak mereka turun, mengkompromikan impian-impian mereka yang setinggi langit hingga akhirnya mungkin menjadi hanya setinggi atap rumah atau bahkan hanya setinggi tali jemuran.

Teringat potongan quotes dari seorang teman, “Don’t limit your challenge, but challenge your limit”. Ya, jangan sekali-kali kita menyerah pada impian kita yang setinggi awang-awang. Jangan patahkan tangga menuju bintang impian kita hanya dengan kata-kata “REALISTIS”. Jiwa kekanak-kanakan kita harus senantiasa hidup dalam diri kita masing-masing, jangan pernah berhenti bermimpi, gantungkanlah terus mimpi kita setinggi bintang di langit, kemudian gunakanlah kedewasaan berpikir kita untuk meraba-raba langkah demi langkah, anak tangga demi anak tangga yang akan kita lalui untuk mencapai bintang tersebut.

Peliharalah semangat KEKANAK-KANAKAN kita. Biarlah kedewasaan berpikir menjadi media kita untuk mewujudkan impian kanak-kanak menjadi realitas di kehidupan dewasa kita.

Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, jangan batasi potensi dalam diri kita karena hanya langitlah batasan mimpi dan cita-cita kita





Dua Wajah Mahasiswa – Arogansi dan Inovasi

6 08 2010

Teringat sekitar 4 tahun lalu, saya dan sebagian besar rekan-rekan seperjuangan saat ini sedang menghadapi momen SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru). Momen dua hari yang akan menentukan masa depan akademik saya. Bila disadari, bukan hanya kegiatan akademis saya saja yang berubah, namun juga aktivitas sosial dengan lingkungan. Peralihan dari seorang siswa SMU menjadi mahasiswa.

Menyambut pengumuman hasil SPMB di bulan Agustus, sungguh bahagia dengan hasil yang diperoleh, saya diterima di kampus impian saya, Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebuah mimpi yang berangkat dari masa lalu bapak yang juga berasal dari kampus gajah tersebut. Ditambah dengan prestise dari kampus ini. Tidak dapat dipungkiri, kebanggaan ini menjadi salah satu dominasi minat saya memilih kampus ini.

Menjadi seorang mahasiswa, lalu apa?…menanggalkan seragam putih-abuabu, lalu apa?…Sekarang tanpa terasa sudah 4 tahun perjalanan hidup diwarnai dengan nuansa kemahasiswaan, bukan lagi seorang pelajar berseragam putih-abuabu. Read the rest of this entry »





SOP UPT Kemananan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan ITB

31 07 2010

Untuk informasi bagi rekan-rekan yang ingin mengetahui mengenai Unit Pelaksana Teknis (UPT) baru di ITB, UPT Kemananan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan yang sedang banyak menjadi perbincangan oleh segenap civitas akademika ITB. Mungkin dapat mengenalkan gambaran umum dari UPT K3L ini. Read the rest of this entry »