LAMBDA radio Team on SOI Asia Business Plan Competition Final 2010

23 12 2010

SOI Asia Business Plan Competition.

Held in Keio University, Japan.

Finalist : 2 from Indonesia (ITB => N-Zym & LAMBDA), 1 from Malaysia (USM), 1 from Thailand, 2 from Japan (Keio)





Perijinan Radio Komunitas

8 06 2010

Salah satu pertanyaan yang umum ditanyakan oleh rekan-rekan melalui SMS atau telepon atau pun email adalah mengenai bagaimana proses seputar regulasi stasiun radio komunitas.

Berikut ini, LAMBDA coba untuk menjelaskan secara garis besar bagaimana regulasi tersebut dan bagaimana mengurus perijinan stasiun radio komunitas. Seperti yang kita ketahui bersama, setiap stasiun radio komunitas wajib hukumnya untuk mengurus perijinan siar dan legalitasnya. Tahap pertama yang harus dilalui adalah mengurus prosesnya melalui Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (sesuai propinsi masing – masing). Untuk mengajukan aplikasi permohonan perijinan, pada awalnya rekan-rekan broadcaster harus menyelesaikan terlebih dahulu proses internal keradioan, antara lain :

  • Pembentukan Dewan Penyiaran Komunitas
  • Copy Dukungan 250 Lembar KTP warga sekitar
  • Pembuatan Akta Notaris (Badan Hukumnya Perkumpulan)
  • Pembuatan IMB Studio Radio
  • Pembuatan HO (Hinder Ordonantie)

Setelah detail-detail di atas selesai diurus, langkah berikutnya adalah dengan KPID setempat. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Pengambilan Buku Panduan
  2. Penyerahan Kelengkapan Berkas Pemohon
  3. Verifikasi Administratif
  4. Verifikasi Faktual
  5. Evaluasi Dengar Pendapat KPID
  6. Evaluasi Internal KPID
  7. Forum Rapat Bersama KPI Pusat dan Pemerintah
  8. Masa Uji Coba Siaran
  9. Evaluasi Masa Uji Coba Siaran
  10. Penetapan Izin Penyelenggaraan penyiaran

Hal berikutnya adalah seputar biaya. Untuk proses perijinan di KPID sifatnya adalah GRATIS kecuali 5 item pada bagian sebelumnya. Dalam berurusan dengan pihak KPID, LAMBDA menyarankan agar rekan-rekan broadcaster melakukannya secara lebih serius, berkomitmen dan positive thinking karena tidak semua tahapan dapat dilalui hanya sekali jalan. Kelancaran proses perijinan di KPID juga sangat bergantung pada bagaimana koordinasi rekan-rekan broadcaster dengan KPID. Satu hal yang harus dicatat pula, kita harus proaktif, jangan hanya sekali kirim terus selesai.

Jadi, jangan pernah menyerah untuk mewujudkan mimpi rekan-rekan broadcaster untuk memajukan Indonesia lewat radio broadcasting.

Salam,

LAMBDA Team

=Dito Anggodo=





Tantangan Indonesia

12 05 2010

Sebagai warga negara Indonesia, tentunya setiap dari kita, mungkin 99% dari jumlah penduduk Indonesia, memiliki mimpi untuk melihat negeri ini dapat menjadi negara maju dalam kancah dunia. Sejauh ini, Indonesia masih setia berada di garis negara berkembang, suatu kondisi yang telah cukup lama bertahan, salah satu hasil perjuangan bapak-bapak bangsa yang berhasil membawa Indonesia dari negara miskin yang telah lama dijajah beralih menjadi negara berkembang. Mungkin sekarang saatnya, generasi tua-muda saat ini berkolaborasi bersama untuk melanjutkan langkah tersebut demi membawa Indonesia beranjak satu tahap lebih lagi menuju kondisi sebagai negara maju.

Ada suatu pernyataan menarik yang menyatakan bahwa rata-rata negara maju harus memiliki minimal 2% pengusaha, atau yang kini marak dengan istilah entrepreneur. Dengan jumlah penduduk sekitar 230-an juta, Indonesia dapat menjadi negara maju bila memiliki minimal 4,6 juta entrepreneur. Bagaimana kira-kira reaksi kita melihat nominal jumlah tersebut? Apakah sudah sekian jumlah entrepreneur di Indonesia?

Fakta data statistik mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki pengusaha atau entrepreneur sejumlah 400.000 orang, atau hanya sekitar 0,18%. Fakta ini mengungkapkan masih cukup jauhnya Indonesia dari level negara maju, dengan asumsi jumlah entrepreneur dijadikan acuan utama. Ini adalah tantangan bagi kita semua, TANTANGAN dan bukan MASALAH. Mahasiswa dan kaum muda memiliki peranan penting untuk menuju tahapan tersebut. Sudah bukan waktunya lagi kita hanya bisa menunjuk dan menyalahkan apa yang telah dilakukan senior-senior kita, para pakar yang sedang memimpin arah gerak bangsa saat ini. Sudah saatnya kita bersiap diri untuk melanjutkan estafet untuk memimpin pergerakan maju bangsa ini.

Bila kita berbicara model negara maju yang ingin dicontoh, tentu tiap orang memiliki opininya masing-masing, namun satu nama yang tidak bisa terlepas dari variasi model negara maju di dunia adalah Amerika Serikat. Negeri Paman Sam ini secara fakta merupakan salah satu negara adidaya di dunia. Bila kita berkaca pada Amerika Serikat, mereka memiliki tidak kurang 37 juta orang entrepreneur, pengusaha. Jumlah ini bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 309 juta jiwa mencapai tingkat 12%, cukup jauh di atas level minimal capaian negara maju, 2%.

Gambar 1. Entrepreneur AS Vs Entrepreneur Indonesia

Bagaimana Amerika Serikat dapat memiliki sekian banyak pengusaha dan entrepreneur? Fakta mengatakan bahwa hampir 50% dari pengusaha tersebut mengalami kegagalan pada langkah awal mereka. Namun, mereka pantang menyerah dan senantiasa mencoba lagi. Mental inilah mungkin yang membedakan semangat entrepreneurship dalam masyarakat negara berkembang seperti Indonesia dengan masyarakat negara maju seperti Amerika Serikat.

Konsistensi dan semangat pantang menyerah, inilah yang mungkin agak berkurang pada masyarakat Indonesia saat ini. Padahal bila kita berkaca pada sejarah pembentukan bangsa ini, dominasi mentalitas yang mencuat justru semangat pantang menyerah, terutama terkait penjajahan jangka panjang yang mendera Indonesia. Kini saatnya Indonesia membangkitkan kembali mentalitas tersebut. Mungkin bila diperhitungkan jumlah penduduk Indonesia yang pernah mencoba menjadi entrepreneur jumlah mungkin bisa mendekati 2%, atau sekitar 4,6 juta, atau bahkan mungkin lebih. Namun, ternyata dari jumlah itu hanya sekitar 0,18% dari 230 juta masyarakat Indonesia yang bertahan menjadi seorang entrepreneur. Mentalitas “instantisme“, mengacu pada pola pikir untuk mendapatkan hasil nyata dalam waktu instan, inilah yang lebih dominan tampak dalam masyarakat Indonesia. Perlu dibentuk mentalitas yang lebih tangguh dan survive untuk membentuk generasi unggul yang dapat membawa Indonesia kembali melangkah maju ke tahap berikutnya yaitu Indonesia sebagai negara maju.

Bermain-main di area konsep, berarti sama saja dengan orang-orang kebanyakan yang sangat ahli dalam membongkar akar dari suatu permasalahan tanpa suatu solusi. Oleh karena itu saya ingin mengajak rekan-rekan sekalian untuk memulai dari diri sendiri membentuk mentalitas yang dibangun dengan semangat konsisten, survive, penuh kejujuran, pantang menyerah, dan setia pada proses, meninggalkan “instantisme“. Mulailah dengan pribadi kita masing-masing. Jadilah individu unggul, jadilah terang bagi lingkungan kita, sehingga nantinya mereka akan mengikuti terang yang kita hasilkan dan akhirnya seluruh lingkungan kita bisa menjadi terang benderang. Mulai dari pribadi individu-individu, kita mulai membangun masa depan Indonesia sebagai negara maju dan bermartabat.

Maju terus Indonesia. Maju terus bangsaku.

= Salam Entrepreneur =

= Vote Dito Anggodo sebagai peraih ITB Entrepreneur Awards 2010 di Kategori Profesi di http://iea2010.wordpress.com/vote/ =





ITB Entrepreneur Awards 2010 dan Voting

11 05 2010

ITB Entrepreneur Awards 2010…mungkin lebih familiar terdengar sebagai IEA 2010.

Dalam dua hari terakhir mungkin banyak di antara rekan-rekan yang dihujani ajakan untuk mem-vote para nominator peraih IEA 2010 dari berbagai macam kategori. Banyak mungkin dari rekan-rekan yang akhirnya memilih dan memberikan vote pada nama yang dirujukkan sambil bertanya-tanya, “Apa sebenarnya IEA itu?”“Untuk apa ada voting?”…”Gimana cara vote nya?”…

ITB Entrepreneur Awards 2010 merupakan suatu bentuk apresiasi yang coba diberikan bagi para mahasiswa ITB yang dinilai memiliki jiwa entrepreneurship yang tinggi. Terdapat 4 kategori utama penghargaan yang akan diberikan, Kategori Profesi, Kategori Non-Profesi, Kategori Sosial Interpersonal dan Kategori Sosial Organisasi. Informasi detail mengenai IEA 2010 dapat dilihat langsung di situs http://iea2010.wordpress.com

Bagaimana cara melakukan vote untuk IEA 2010?

Mungkin setelah mendapat hujanan ajakan, berikutnya sebagian rekan-rekan bingung bagaimana cara memberikan suara rekan-rekan. Sebenarnya caranya mudah, kurang lebih sebagai berikut :
1. Buka link http://iea2010.wordpress.com/vote/
2. Lihat bagian Kategori xxxx
3. Pilih xxxx
4. Klik VOTE


Untuk lebih jelasnya, sebagai contoh misalnya rekan-rekan ingin memilih saya, Dito Anggodo, dalam Kategori Profesi, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Buka link http://iea2010.wordpress.com/vote/

2. Lihat bagian Kategori Profesi

3. Pilih Dito Anggodo

4. Klik VOTE


5. Ajakin kenalan-kenalan yang lain mengulangi step 1-5.

Kurang lebih demikian yang bisa saya jelaskan mengenai ITB Entrepreneur Awards 2010.

Komunikasi merupakan bagian yang sangat penting dalam hidup. Lewat komunikasi, keterhambatan informasi dapat menjadi lebih lancar. Pihak-pihak yang semula belum mengetahui secara jernih mengenai suatu informasi dapat menjadi tahu. Radio merupakan salah satu media informasi massa yang efektif. Mari sampaikan informasi yang kita miliki lewat media yang tepat.

= Salam Entrepreneur =

= Vote Dito Anggodo sebagai peraih ITB Entrepreneur Awards 2010 di Kategori Profesi di http://iea2010.wordpress.com/vote/ =





Sekilas Tentang LAMBDA

10 05 2010

LAMBDA merupakan sebuah badan usaha yang dibentuk berdasarkan kesamaan kegemaran para pendirinya terhadap dunia broadcasting radio. Cikal bakal dari LAMBDA adalah tim divisi teknis, bagian di dalam unit kegiatan mahasiswa Radio Kampus ITB. Secara umum, Radio Kampus ITB merupakan suatu unit kegiatan mahasiswa yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa seputar dunia keradioan. Salah satu bidang keprofesian yang dinaungi oleh Radio Kampus ITB adalah divisi teknis. Read the rest of this entry »





Technopreneur dan Inovasi

5 05 2010

Dalam suatu kesempatan saya menonton acara Economic Challenges di Metro TV. Episode kali itu bertema “Technopreneur dan Inovasi”, dengan menghadirkan bintang tamu Rhenald Kasali, Arifin Panigoro, Faisal Bahri, serta Sekretaris Kementrian Negara BUMN, Said Didu. Topik yang dibahas sangat menarik, terkait bagaimana Indonesia bisa menjadi sebuah negara yang melompat maju dengan memajukan technopreneur dan memasukan unsur inovasi di dalamnya. Bahkan dalam potongan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rapat kerja dengan para menteri, gubernur serta kepala DPRD seluruh Indonesia di Bali, beliau mengatakan bahwa kemajuan bangsa Indonesia ini akan sangat bergantung pada kualitas inovasi dalam sektor perekonomian. Bahkan lewat pertemuan ini beliau juga meresmikan dibentuknya Komite Inovasi Nasional dan Komite Ekonomi Nasional.

Benar-benar topik bahasan yang menarik minat saya. Salut juga melihat langkah pemerintah dalam beberapa tahun terakhir seakan benar-benar ingin menghembuskan semangat ber-entrepreneur di kalangan masyarakat, bahkan juga mulai dihembuskan ke dunia mahasiswa. Apalagi ternyata pemerintah juga mulai mewujudkan tindakan nyatanya dengan membentuk kedua komite nasional tersebut.

Saya sepakat bahwa entrepreneurship merupakan hal yang amat sangat penting dalam mengawal kemajuan suatu bangsa. Dalam entrepreneurship itulah kita perlu senantiasa menjaga hasrat kita untuk selalu berinovasi. Menjadi seorang enrtepreneur berarti berani menjadi seorang yang berbeda pola pikir dengan orang-orang lain. Menjadi seorang entrepreneur berarti mau merubah kenyamanan diri sebagai seorang konsumen menjadi seorang pemberi layanan. Bagaimana seorang entrepreneur dapat menjadi kunci kemajuan suatu bangsa? Read the rest of this entry »





Daftar Nominasi ITB Enterpreneur Awards 2010

3 05 2010

ITB Entrepreneur Awards 2010, merupakan acara penghargaan untuk para  mahasiswa S1/Unit/Himpunan di ITB yang berjiwa entrepreneur atau memiliki kontribusi untuk sekitarnya.

Berikut adalah daftar nominasi ITB Entrepreneur Awards 2010 yang berhak melanjutkan ke tahap selanjutnya:

Kategori Profesi
1. Dito Anggodo (13206109)
2. Mukhlis Nur (17408038)
3. Gesa Fulagon (13706003)
4. Nida Mariam (10507007)
5. Benny Nafariza (13205167)

Kategori Nonprofesi
1. Zulangga (15406008)
2. Pipin Pramudiana (15006148)
3. Arif Budianto (10705088)
4. Halimas Tansil (13207074)
5. Muhammad Fadli (10507058)

Kategori Sosial Interpersonal
1. Christian (15306084)
2. Muhammad Iqbal (15406023 )
3. Muhammad Luthfi (19008007)

Kategori Sosial Organisasi
1. HIMATEK
2. Asrama Bumi Ganesha
3. HME Read the rest of this entry »