Salut Pelayanan Pajak

5 06 2014

5 Juni 2014…

Banyak nya urusan administrasi yang diurus belakangan ini mau gak mau membuat saya mulai memeriksa kondisi dan ke-update-an dokumen – dokumen resmi saya. Sebagai gambaran, berhubung pekerjaan saat ini saya di Cilacap (Jawa Tengah) so dokumen – dokumen administrasi satu per satu saya pindahkan dari Bekasi ke Cilacap.

 

Dari sekian dokumen yang diperiksa ternyata NPWP saya masih di bawah Kantor Pajak Bekasi, padahal KTP sudah di wilayah Cilacap….baru lia
t udah mulai terbayang ribetnya ngurus birokrasi supaya bisa update / pindah ke Cilacap…

kartu npwp

Mulailah googling dan cari – cari informasi di web pajak. Ternyata untuk kriteria seperti saya (pindah NPWP dari Jakarta / Bekasi ke Cilacap) itu dikategorikan sebagai Pemindahan Wajib Pajak. Disinilah akhirnya saya dibuat salut…

 

Ternyata mulai 2014, untuk Pemindahan Wajib Pajak, kita tidak perlu melakukan pencabutan dokumen sendiri di Kantor Pajak Asal. Mekanisme dalam regulasi baru ini menjadi sangat simple, sebagai berikut :

  1. Download Formulir Pemindahan Wajib Pajak
  2. Diisi identitas sebenar – benarnya kita saat ini.
  3. Datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama terdekat. Daftar Kantor Pelayanan Pajak bisa dilihat di sini
    • Bawa fotokopi KTP Lama, KTP Baru, Dokumen Pindah WNI (dokumen pindah dari daerah lama ke daerah baru)
    • Bawa Kartu NPWP asli dan fotokopi.
  4. Serahkan seluruh dokumen yang dibawa ke Loket Pelayanan NPWP.
  5. Selesai.

Sebagai keterangan, seluruh proses mulai dari pencabutan berkas di daerah lama, pengiriman berkas ke wilayah baru, pembuatan Kartu NPWP baru semua dilakukan antar Kantor Pelayanan Pajak Pratama, jadi kita hanya tinggal menunggu pengiriman Kartu NPWP via pos. Info dari petugas loket pelayanan timeline nya kurang lebih seperti ini :

  • 5 hari  : Proses Verifikasi Data dengan KPP Wilayah asal
  • 5 hari  : Proses pencabutan berkas serta pendaftaran NPWP di KPP Wilayah baru
  • 2 – 3 hari : Proses pengiriman kartu NPWP baru menggunakan jasa Pos Indonesia.

Amazing….sudah sepatutnya semua Kantor Pelayanan Publik di Indonesia menerapkan sistem seperti ini, jadi kita yang berupaya menjadi warga yang taat gak akhirnya mengurungkan niat hanya karena prosedur dan birokrasi yang ribet…Untuk informasi terkait pajak bisa kontak ke KringPajak di 500200

Kring Pajak

 

Salut untuk Dinas Pajak….Inovasi yang sangat berarti untuk Masyarakat. 

Ditjen Pajak





I’m Back

5 06 2014

Finally…after about 4 years… I’m back…

Since today I will start to write again and share my experience with you all…

im_back





Terlambat Satu Bulan…

25 11 2010

Iteung menyambut suaminya (si Kabayan) pulang kantor dengan senyum mesra.
“Kang aku terlambat satu bulan, kita akan punya bayi”, kata Iteung.
“Tapi berhubung tadi aku baru test ke dokter, jangan kasih tau siapa pun ya, entar malu kalau nggak jadi”.

Besok paginya ada tukang tagih listrik mengetok pintu.
Setelah dibukakan si tukang tagih bilang,
“Bu, anda terlambat satu bulan…”
“Hah dari mana anda tau ?”, sahut Iteung.
“Ini ada di catatan kami…”
“Haaah… masa sampai ada dicatatanmu?”

Besok paginya Kabayan marah² ke kantor pembayaran listrik.
“Bagaimana ini, kok anda bisa tau istri saya terlambat satu bulan?”
“Sabar, sabar pak… Kalau anda ingin catatan itu dihapus anda tinggal bayar saja kepada kami…”.
(“Wah… pemerasan nih” …pikir Kabayan)
“Lalu kalau saya nekat nggak mau bayar?” tantang Kabayan
“Punya anda saya putus…!!!”, jawab sang petugas.
“Wah… kalau punya saya diputus, istri saya di rumah pakai apa?”
“Yaaa… istri anda kan bisa pakai lilin…”

sumber : internet




Don’t Stop Now

20 10 2010

Berikut sepotong cerita yang inspiratif yang saya dapat dari forward email dari seorang kawan :

Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

“Tuhan,” katanya. “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?”

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.

“Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?”.

“Ya,” jawab pria itu.

“Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik. Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi. Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun. Tapi Aku tidak menyerah. Read the rest of this entry »





Mother Theresa from Calcutta

17 10 2010

Wew…akhirnya kembali menulis setelah absen sekitar 2 minggu…tertarik menulis lagi setelah menemukan fakta yang menarik…

Pada misa ekaristi hari Minggu ini, di Katedral St.Petrus, Bandung, sedang mengenangkan pribadi seorang Beata, Suster Agnes Gonxha Bojaxhiu, atau akrab dikenal sebagai Bunda Theresa dari Calcutta. Beliau ternyata dilahirkan tanggal 26 Agustus 100 tahun yang lalu…persis dengan hari kelahiran saya, namun lebih awal 78 tahun…:)

Read the rest of this entry »





Why Girls Should Marry An Engineer

28 09 2010

Why you should marry an Engineer Let me tell you why girls should eventually marry an engineer over a Law, Management, Arts or Medical School Graduate. He has three distinct advantages over the rest of the graduates.

Advantage 1: Secure lifestyle An engineer boyfriend can provide you with a secure lifestyle. At 27 years old, an engineer probably has a respectable, stable job that gives him a high income to own a car, invest, have a comfortable life, and get married and buy a house too.Law graduates are still working as a lowly apprentice in law firm.Most management graduates have just failed on their first business plan.The arts graduate is still looking for a job.And the medical school graduate is still living in a hospital.

Advantage 2: Unmatchable industriousness

An engineer boyfriend will dedicate an unimaginable amount of his time and effort to understand you. Engineers strain really really hard to understand their work. You can believe that they will try really really hard to understand women too, just like how they understand their work, once they believe that you are the one. So even if they don’t understand you initially, they will keep on trying. Even if they still do not understand, they will figure out the correct method to keep you happy (e.g. buy diamond ring = 1 week’s worth of happiness.) And once they find out the secret formula, they will just keep on repeating it so that the desired results appear.

Unlike the Lawyer who will argue with you.The Management graduate who will try to control your spending, The Arts graduate who will ‘change major’.And the medical school graduate who will operate on you.And you know what, it’s really so easy to make engineer s believe that You are the ‘one’. Say that you like one of their project and they will be hooked to you forever.

Advantage 3: An engineer boyfriend will never betray your trust.

Let me first tell you what is wrong with the rest of the others – The lawyers will lie about everything.
Management graduates will cheat your money.The arts graduate will flirt, and you probably just look like another cadaver to the medical school graduate.Your engineer boyfriend is either too busy to have an affair, and even if he does, he is too dumb to lie to you about that. Hence, an engineer is the most secure boyfriend that you will ever find – rich enough, will keep on trying to understand and please you, has no time for affairs, and too dumb to lie to you. plus they are cooler than the others?

What do you think… 😀

*repost





MAWAR

13 09 2010

Mawar itu umumnya dianggap sebagai bunga yang indah nan cantik. Bunga yang pantas diberikan di hari ulang tahun, atau merayakan Hari Kasih Sayang.

Membabat duri

Akan tetapi yang luar biasanya, mawar itu berduri. Saya yang pengetahuan soal bunga ceteknya setengah mati, yaa…sampai hari ini hanya tahu kalau mawar itu pasti berduri. Ya batangnya, ya daunnya. Akan tetapi toh, tetap dianggap cantik. Mengapa begitu? Karena saya melihat hanya dari kelopaknya yang beraneka warna. Pesona itu kemudian diam selamanya di otak, sehingga kalau toh ia berduri, saya menganggap ia tetap cantik.

Karena alasan itulah, saya tak keberatan memberikan bunga berduri itu sebagai perlambang cinta kasih terhadap seseorang, atau terhadap diri sendiri. Maksud terhadap diri sendiri itu adalah memberikan sentuhan pada ruang tamu agar terlihat sedikit cantik, karena tak memiliki pasangan.

Soal pasangan, saya telah diramalkan kalau tak akan pernah berjodoh meski masih dianggap beruntung, karena banyak orang di sekeliling yang mengasihi saya. Selesai mendengarkan hasil ramalan itu, saya jadi bingung. Beruntungkah saya? Dikasihi, tetapi tak mungkin berpasangan.

Nah, mawar itu berduri. Kalau hendak diberikan atau menjadi hiasan, biasanya duri-duri itu dibabat habis. Akan tetapi, mawar dan duri tak pernah terpisahkan. Saya pernah merangkai bunga mawar berwarna merah anggur, dan membabat duri serta beberapa daunnya. Kemudian nurani saya berkicau setelah sekian lama ia tertidur pulas. Pertanyaannya begini. Mengapa duri itu harus dihilangkan?

Saya memberi respons, yaa…supaya saya tak terluka. Setelah memberi jawaban itu, saya mulai berpikir, bukankah mawar itu dianggap indah karena ada kelopak yang indah dan ada batang dan daunnya yang berduri? Yang menusuk, yang membuat berdarah kalau terkena, bahkan membuat radang kalau duri menancap ke dalam kulit dan memerlukan tindakan operasi kecil untuk mengeluarkannya?

Menerima duri

Tanpa duri, akankah saya menyebutnya mawar? Kemudian saya merefleksikan hidup saya sendiri. Saya bisa saja begitu cantik dan tampannya karena kelopak saya begitu memesona. Akan tetapi, saya pun akan dikenal orang karena saya memiliki duri di dalam daging. Duri yang berwujud mulut yang membinasakan, dan atau perilaku yang meluluhlantakkan kehidupan diri sendiri dan orang lain. Dan seperti bunga indah itu, saya tak hanya membuat meradang, tetapi melukai dan kemudian berdarah.

Akan tetapi, di hari itu saya berpikir lagi. Kalau mawar itu indah dalam satu paket, artinya mawar sama dengan kelopak indah plus batang berduri, maka manusia adalah sama dengan bentuk luar yang indah, plus ruang dalam yang beronak duri.

Kalau kemudian mawar terlihat sempurna karena ada keduanya, akankah saya bisa dianggap sempurna karena paketnya sebelas duabelas dengan bunga mawar yang menurut manusia indah itu meski berduri?

Kalau bunga mawar saja dijadikan perlambang bunga yang romantis, dan disodorkan kepada kekasih hati berikut duri-durinya, meski dalam sebuah rangkaian cantik dan terlindungi pembungkus baik kertas atau plastik, bukankah saya juga pantas disodorkan sebagai wakil Miss Universe, atau wakil apa pun tanpa harus menuntutnya untuk sempurna tanpa duri?

Kalau duri mawar bisa dibabat habis, sejujurnya saya tak bisa membabat habis duri di dalam saya. Hari ini dibabat, besok sudah tumbuh lagi. Kok besok? Kadang baru dibabat sedetik, kemudian bisa muncul di detik berikutnya. Di akhir pekan itu saya bingung. Jadi saya memutuskan dalam keadaan bingung, untuk melihat manusia seperti bunga mawar saja. Sempurna karena ada duri. Bukan karena tidak ada duri.

Sama seperti mawar yang saya anggap cantik karena kelopaknya, dan merasa tak masalah kalau ia berduri, maka sebaiknya saya kalau melihat manusia itu, bagian yang indah saja yang saya tancapkan di kepala, buruknya tak perlu diingat alias dibabat dari pemikiran saya.

Sehingga setiap saat saya melihat ciptaan Tuhan seperti setiap saat saya melihat mawar, mulut saya tidak mengumpat, sama seperti saya tak pernah mengumpat mawar karena ia berduri. Nah, kalau sama mawar berduri saja saya enggak keberatan, mestinya sama manusia yaa..sami mawon.

Eh…di saat saya masih bingung lagi. Nurani saya mulai kurang ajar. ”Kamu mau disebut mawar tetapi berduri, atau tanpa duri tetapi namanya bunga bangkai?”

by : Samuel Mulia