Profil Alfred Riedl

24 12 2010

Alferd Riedl. Sosok yang begitu fenomenal dalam 1 bulan terakhir. Sosok inilah yang begitu berperan penting dalam pencapaian tim nasional Indonesia dalam ajang Suzuki AFF Cup 2010 hingga menembus babak Final.

Namun, mungkin sebagian besar orang masih asing dengan sosok Alfred Riedl. Berikut ini biodata singkat mengenai Alfred Riedl.

Nama Lengkap Alfred Riedl
Tempat / Tanggal Lahir Wina, 2 November 1949
Tinggi 184 cm
Posisi Bermain Striker

Riwayat karier pemain

Tahun Klub
1967 – 1972 Austria Wiena
1972 – 1974 Sint – Truident
1974 – 1976 FC Antwerp
1976 – 1980 Standard Liege
1980 FC Metz
1981 – 1982 Grazer AK
1982 – 1984 Wiener Sportclub
1984 – 1985 VFB Modling

Karier Tim Nasional

Tim Nasional

Tahun

Austria

1975 – 1978

Karier Kepelatihan

Tahun Klub / Tim Nasional
1990 – 1991 Tim Nasional Austria
1993 – 1994 Olympique Khouribga
1994 – 1995 Al-Zamalek
1997 – 1998 Tim Nasional Liechtenstein
1998 – 2001 Tim Nasional Vietnam
2001 – 2003 Al-Salmiya
2003 – 2004 Tim Nasional Vietnam
2004 – 2005 Tim Nasional Palestina
2005 – 2007 Tim Nasional Vietnam
2008 – 2009 Xi Măng Hải Phòng FC
2009 – 2010 Tim Nasional Laos
2010 – sekarang Tim Nasional Indonesia
Advertisements




Final Suzuki AFF Cup 2010…Komersialisasi PSSI?…

24 12 2010

Suzuki AFF Cup 2010. 1 bulan terakhir gegap gempita gelaran akbar sepakbola Asia Tenggara ini begitu mendominasi dan menguras fokus dan antusiasme masyarakat. Tidak hanya para masyarakat kelas bawah dan menengah, bahkan jajaran petinggi istana negara pun tak luput dari euforia penampilan yang luar biasa dari tim nasional Indonesia di bawah asuhan Alfred Riedl.

Sejauh ini Indonesia telah melalui 5 partai dengan sempurna. Meraih 5 kemenangan dari 5 pertandingan serta melesakkan 15 gol dan hanya kebobolan 2 gol.

Antusiasme para penggila bola tanah air pun disadari atau tidak membludak secara luar biasa.

Dukungan segenap anggota masyarakat terhadap tim nasional Garuda ini sangat luar biasa. Tidak setiap tim nasional beruntung memiliki suporter fanatik yang begitu luar biasa, apalagi untuk sekelas tim nasional dengan peringkat FIFA di atas 100 besar. Dalam setiap laga tim nasional pada piala AFF di Stadio Gelora Bung Karno, dapat dipastikan 90% kapasitas stadion terisi penuh, sementara dapat kita bandingkan dengan saudara serumpun kita, Malaysia, yang dalam partai kandang Semifinal menghadapi Vietnam, Stadion Bukit Jalil “hanya” terisi 50-60%.

Namun, ironisnya di tengah antusiasme dan “keberuntungan” memiliki suporter yang begitu luar biasa, muncul isu kurang sedap, bahwa hal positif ini dikomersialisasikan oleh badan tertinggi sepak bola nasional, PSSI. Memang hanya sekedar wacana dan guyonan omong kosong, namun setidaknya masyarakat bukannya berbicara tanpa dasar.

Final yang diadakan “home-away” membuat kita dapat membandingkan sikap “komersial” antara kedua pengelola di kedua negara. Final 1st Leg Malaysia vs Indonesia yang dihelat di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, dibandingkan dengan final 2nd Leg Indonesia vs Malaysia yang dihelat di Stadio Gelora Bung Karno, Jakarta.

Variasi tiket leg-1 Malaysia vs Indonesia

Kategori Tiket Harga
Anak-anak < 12 tahun 5 Ringgit (Rp 14.500,00)
Teras 30 Ringgit (Rp 87.000,00)
Grandstand 50 Ringgit (Rp 145.000,00)

Variasi tiket leg-2 Indonesia vs Malaysia

Kategori Tiket

Harga

VVIP

Rp 1.000.000,00

West VIP

Rp 500.000,00

East VIP

Rp 350.000,00

Category I

Rp 250.000,00

Category II

Rp 150.000,00

Category III

Rp 75.000,00 (terakhir diralat menjadi Rp 50.000,00)

Bisa dilihat dari fakta diatas betapa “jomplang”nya harga tiket final di Malaysia dengan di Indonesia. Ada apa dibalik semua itu? Mengapa untuk event yang sama, prestisius partai yang sama, penyelenggara yang sama, harga tiket yang dijual bisa berbeda sebegitu jauh? Mungkin hanya Tuhan dan internal PSSI yang tahu alasannya.

Semoga antusiasme masyarakat dalam mendukung tim nasional Indonesia dapat dipandang sebagai suatu keberuntungan, karena kita memiliki “pemain ke-12” yang luar biasa, jangan hanya dipandang sebagai suatu keberuntungan ekonomis.

Garuda di dadaku. Garuda kebanggaanku. Kumau hari ini pasti menang.